Ada yang bilang menulis adalah cara terbaik untuk memahami diri sendiri. Saya tidak percaya itu — sampai suatu malam saya duduk di depan layar kosong dan tanpa sadar tangan mulai bergerak.
Dua tahun terakhir saya isi dengan hal-hal yang terlihat produktif dari luar: proyek selesai, target terpenuhi, angka-angka yang memuaskan. Tapi ada yang hilang. Semacam kemampuan untuk duduk diam tanpa merasa bersalah.
Tulisan pertama yang muncul bukan cerita indah. Itu keluhan. Tentang betapa lelahnya saya berpura-pura baik-baik saja. Dan entah kenapa, setelah menuliskannya, saya tidur lebih nyenyak dari biasanya.
Mungkin itulah yang selama ini saya cari. Bukan audiens, bukan apresiasi. Hanya satu tempat di mana saya tidak perlu menyunting diri sendiri.